Surat Maryam ayat 33
وَالسَّلٰمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ اَمُوْتُ وَيَوْمَ اُبْعَثُ حَيًّا ٣٣
was-salâmu ‘alayya yauma wulittu wa yauma amûtu wa yauma ub‘atsu ḫayyâKesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan hari aku dibangkitkan hidup (kembali).- Terjemah (ringkas): Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.
Tafsir Ibnu Katsir (Intisari):
- Permohonan Keselamatan: Nabi Isa AS memohon keselamatan (salam) dari Allah pada tiga peristiwa besar yang penuh kesulitan bagi setiap insan:
- Saat Lahir (Yawma Wulidtu): Terhindar dari fitnah dan tuduhan keji kaumnya terhadap Maryam (ibunya) dengan mukjizat ia bisa bicara, serta terhindar dari kesulitan kelahiran tanpa ayah.
- Saat Wafat (Yawma Amūtu): Terhindar dari siksa kubur atau fitnah kematian yang salah.
- Saat Dibangkitkan (Yawma Ub‘athu Hayyā): Terhindar dari kengerian dan hukuman pada Hari Kiamat, masuk surga, dan mendapatkan kerahmatan.
- Penegasan Tauhid: Pernyataan ini menegaskan bahwa Isa AS adalah makhluk ciptaan Allah, yang akan mengalami kehidupan, kematian, dan kebangkitan seperti makhluk lainnya, namun dengan perlindungan khusus dari Tuhannya. Ini membantah keyakinan yang menyimpang tentang ketuhanan Isa.
- Pembelaan untuk Maryam: Ucapan Nabi Isa saat bayi ini adalah mukjizat yang membersihkan Maryam dari tuduhan zina, menunjukkan kemuliaan keduanya, dan menjadi bukti kebenaran kenabiannya.
- Makna Salam : As-Salam di sini berarti perlindungan, keamanan, dan kesejahteraan dari Allah SWT pada momen-momen krusial tersebut, menegaskan kelemahan manusia dan kekuasaan Allah.
Secara keseluruhan, ayat ini menunjukkan kerendahan hati dan kebergantungan penuh Nabi Isa AS kepada Allah dalam menghadapi takdir hidup, mati, dan kebangkitan, serta meneguhkan kedudukannya sebagai nabi dan hamba Allah yang dimuliakan.
Komentar
Posting Komentar